Amarah di Bulan Ramadhan

20 08 2010

Ngomong-ngomong soal rasa marah,dendam tau gak sih kalo ada penelitian yang menunjukkan kalo sebagian besar penyakit bersumber dari amarah dalam hati. Seperti di tulis di harian Kompas bahwa kecemasan, depresi, kekhawatiran, insomnia, dan penyakit fisik adalah sedikit dari penyakit yang disebabkan faktor amarah tadi. Dengan memaafkan dan mengucap kata maaf, sebenarnya kita sudah mengambil kembali kendali hidup kita. Ditambah lagi bonus positif untuk kesehatan. Salah satunya adalah turunnya tekanan darah.Dalam studi The Stanford-Ireland Hope Project, Frederic Luskin PhD dan Carld Thoresen PhD melakukan penelitian tentang dampak memaafkan. Dalam studi ini dilibatkan 17 pria dan wanita yang anggota keluarganya pernah menjadi korban pembunuhan. Selama beberapa waktu para responden itu diberikan training “memaafkan”.

Setelah satu minggu, 35 persen para responden yang kehilangan pasangan, anak, orangtua, atau saudaranya itu melaporkan penyakit sakit kepalanya berkurang. Demikian juga dengan berbagai penyakit yang terkait stres lainnya. Sementara itu, 20 persen responden mengaku gejala depresinya berkurang.

Banyak orang mengakui, memberikan kata maaf bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, ada 5 cara yang bisa kita pakai agar hati lebih tulus memaafkan seperti yang dijabarkan oleh Joan Borysenko PhD, penulis buku Inner Peace for Busy People.

1. Memahaami maksud dari memaafkan
Pada umumnya orang tak mau memberikan maaf karena mereka merasa hal itu sama saja dengan menyatakan bahwa orang lain tak berbuat salah atau kita berdamai dengan orang yang telah menyakiti hati kita.

Joan Borysenko PhD, psikolog, mengatakan, memaafkan adalah hal tentang melepaskan amarah yang selama ini menyandera Anda. Ini sama artinya dengan menerima Anda salah dan memutuskan untuk membebaskan diri dari hal yang menyakitkan.

2. Duka untuk yang hilang
Agar kita bisa memaafkan dengan tulus, kita harus merasakan kesedihan. Hal itu butuh waktu, tetapi setelah Anda memutuskan untuk melepaskan amarah, hati akan terasa lebih ringan secara bertahap. Pada saatnya, memori pada kejadian di masa lalu akan lebih jarang diingat dan rasanya tak lagi menyakitkan.

3. Jangan menunggu permintaan maaf
Terkadang orang yang kita anggap telah menyakiti hati kita tak menyadari perbuatannya salah. Atau mungkin juga mereka tak mampu memahami dan berempati. Permintaan maaf dari orang tersebut memang bisa menyembuhkan luka, tetapi memutuskan untuk membuang harapan ada permintaan maaf juga memiliki dampak yang sama.

4. Mencoba memahami alasan
Fakta menunjukkan, perilaku buruk adalah hasil dari emosi yang kurang matang. Ini terbukti dari pelaku kriminalitas yang mayoritas mengalami kekerasan fisik atau psikis pada masa kecilnya. Empati akan membantu kita mengikis rasa marah, bahkan mengubah hidup kita.

5. Sambut yang akan datang
Kehidupan merupakan sebuah sekolah tempat kita belajar banyak hal, termasuk yang menyakitkan. Kita tak bisa menghindarkan diri dari rasa sakit, tetapi kita bisa memilih untuk keluar dari bayang-bayang dendam seumur hidup kita.

(dari artikel Kompas.com)

Kejadian yang kami alami;

Yang kami alami 1 minggu kemarin (masih dalam suasana shaum ramadhan), telah terjadi perdebatan yang dianggap lawan bicara hal itu merupakan suatu amarah baginya, namun menurut kami itu merupakan penekanan untuk perlunya suatu penjelasan status kami yang seolah-olah terkatung-katung dan dipermainkan….peristiwa perdebatan/adu mulut (bukan marah/amarah) berlangsung dalam tempo 10 menit….., dan kurang lebih menit ke 11 berikutnya suasana menjadi cair malah ujung saling memaafkan….tap apa lacur beliau (lawan bicara) nelepon dan beranggapan pada peristiwa itu merasa diserang,…dan di marah-marahin,…padahal ujung peristiwa itu sudah clear dan saling memaafkan…..,

Kesimpulan dan Ibrah dari kejadian tersebut :

– Hanya Allah SWT yang maha tahu perkara nilai dari Nilai Shaum serta maksud tujuan Kami dalam peristiwa tersebut.

Erat hubungannya dengan 3 M (Memilih, Memilah, Memutuskan)

–  Memilih untuk memilah yang lebih baik  serta melepaskan yang mungkin besar madhorotnya dan melanjutkan hidup akan membuat KAMI menjadi individu-individu yang baru. Ini akan memberi KAMI kedewasaan dan belas kasihan kepada sesama dan juga diri KAMI.


Semoga 🙂

Iklan

Aksi

Information

2 responses

23 08 2010
wiwin9

beliau sepertinya belum bisa menerima penjelasan meski sudah berakhir dengan saling memaafkan (artinya beliau gak ikhlas *baca:terpaksa* saat memaafkan).ada baiknya jika beliau juga membaca artikel ini, untuk cerminan diri kita agar bisa menjadi lebih baik 🙂
Jangan menunggu untuk minta maaf, akang dan teman-teman lain bermaksud baik hanya orang kadang salah menilai kita dan tetap ngotot meski sudah di jelasin 😦 kejadian seperti ini melatih kita untuk belajar bersabar . intinya saling memahami juga saling mengerti agar tidak terjadi seperti ini,..aku yakin dengan kita meminta maaf juga memaafkan kita akan menjadi tenang 🙂 terserah lawan bicara kita apa dia ikhlas memaafkan ato gak
salam dari manado, makasih kunjungannya kang 🙂

26 08 2010
hendyzopi

Memang berbesar hati itu kadang sulit, tetapi itu karena terbentuk dari mind set awal (niat), sehingga apapun yang kita lontarkan, ucapkan berupa saran/pendapat yang positif, selalu auranya jadi negatif….

Trims atas commentnya…
Salam dari tanoh rencong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: